Nama : Hasan Maturidi
NIM :
190101159
Kelas :
4.E
Mata Kuliah :
Filsafat Pendidikan Islam
Dosen Pengampu : Dr.
Ismail Thaib, M.Pd
REFORMULASI
PENDIDIKAN ISLAM MENUJU INDONESIA HEBAT
Oleh
: Hasan Maturidi
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Pendidikan Islam merupakan suatu wadah untuk memperkenalkan dan
mengajarkan agama Islam kepada para pemeluk-pemeluknya. Pendidikan Islam
berperan penting memberikan kontribusi dalam melahirkan kader-kader muslim yang
memiliki keilmuan Islam yang memadai serta memiliki akhlak yang mulia.
Namun, di era globalisasi ini, di era yang katanya sudah berperadaban
tinggi ini, pendidikan Islam seakan kehilangan tempat dan tersingkirkan di hati
para ummat Islam. Bahkan dapat kita lihat, pendidikan Islam ditempatkan sebagai
pendidikan nomor dua setelah pendidikan
umum. Masyarakat sekarang lebih memiliih pendidikan umum sebagai pilihan utama,
karena mereka terbawa oleh romantisme kemajuan era ini, mereka takut dikatakan
ketinggalan zaman hanya karena memilih pendidikan Islam, mereka takut tidak
mendapatkan pekerjaan hanya karena memilih pendidikan Islam, mereka takut tidak
mendapatkan posisi hanya karena memilih pendidikan Islam, mereka takut
dikatakan radikal hanya karena memilih pendidikan Islam, dan masih banyak lagi
ketakutan-ketakutan yang lain.
Tak dapat kita pungkiri, kita harus mengakui bahwa Pendidikan Islam
saat sekarang ini mengalami kemunduran yang sangat drastis, sehingga kita
sebagai kader ummat harus mampu mengidentifikasi penyebab kemunduran pendidikan
Islam itu dan tentunya harus mencarikan solusi agar masalah ini cepat
terselesaikan. Untuk itu kita harus melakukan reformulasi terhadap pendidikan
Islam karena pendidikan Islam sudah terlalu jauh mengalami kemunduran.
Pada kesempatan kali ini,
kami akan mengulas tentang faktor-faktor kemunduran pendidikan Islam dan
bagaimana mengatasinya untuk mempertahankan eksistensi Pendidikan Islam di masa
depan.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apa
yang dimaksud Pendidikan Islam?
2.
Apa
saja yang menyebabkan kemunduran pendidikan Islam?
3.
Usaha
reformulasi seperti apa yang dapat dilakukan terhadap pendidikan Islam?
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Pendidikan Islam
Menurut
Drs. Burlian Shomad,
Pendidikan Islam adalah pendidikan yang bertujuan membentuk individu menjadi
makhluk yang bercorak diri berderajat tinggi menurut ukuran Allah dan isi
pendidikannya untuk mewujudkan tujuan itu adakah ajaran Allah.
Selanjutnya Menurut musthafa Al-Ghulayani bahwa pendidikan Islam
ialah menanamkan akhlak yang mulia didalam jiwa anak dalam masa pertumbuhannya
dan menyiraminya dengan air petunjuk dan nasihat, sehingga akhlak itu menjadi
salah satu kemampuan (meresap dalam) jiwanya kemudian buahnya berwujud
keutamaan, keabaikan dan cinta bekerja untuk kemanfaatan tanah air.
Rahmat Hidayat dalam bukunya Ilmu Pendidikan Islam berpendapat
bahwa yang dimaksud pendidikan Islam adalah pendidikan yang dilaksanakan
berdasarkan pola ajaran Islam. Karena ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an, Sunnah,
pendapat ulama serta warisan sejarah, maka pendidikan Islam pun mendasarkan
diri pada Al-Qur’an, Sunnah, pendapat ulama serta warisan sejarah tersebut.
Dari uraian diatas dapat kami simpulkan bahwa yang dimaksud dengan
pendidikan Islam adalah suatu pengajaran yangg diberikan kepada individu atau
kelompok yang isi pengajarannya berdasar kepada Al-Qur’an, Sunnah, pendapat
ulama dan warisan sejarah dengan tujuan dapat membentuk pribadi muslim berilmu
dan berakhlakul karimah serta memiliki pendirian yang tegus terhadap ajaran
Islam sehingga di masa depan dapat menjadi pelopor perkembangan pendidikan
Islam.
B.
Problematika
yang menyebabkan Mundurnya Pendidikan Islam
Perjalanan pendidikan Islam di Indonesia sering kali dihadapi dengan
permasalahan yang begitu kompleks. Hal ini dapat dilihat dari ketertinggalan
pendidikan Islam dengan pendidikan lainnya, baik dari segi kuantitas maupun
dari kualitas. Sehingga pendidikan Islam sering terkesan sebagai pendidikan
kelas dua di negara ini. Hal ini sungguh ironis, Indonesia yang terkenal dengan
penduduknya mayoritas muslim, namun dalam hal pendidikan masih tertinggal
dengan ummat lain.
Pendidikan Islam merupakan suatu cabang ilmu yang sudah mendapat
pengakuan dan kedudukan dalam sistem Pendidikan Indonesia. Walaupun demikian,
pendidikan Islam saat ini memiliki banyak sekali problematika yang harus
dicarikan solusi. Adapun problematika pendidikan Islam adalah sebagai berikut :
Ø Kurangnya lapangan pekerjaan yang menjanjikan bagi lulusan pendidikan
Islam . Sering kali yang menjadi pemicu kurangnya peminat pendidikan Islam adalah
tidak adanya relasi dengan pekerjaan atau bidang yang menjanjikan untuk
dijadikan pekerjaan di masa depan. Yang kita ketahui adalah lulusan pendidikan
Islam hanya akan menjadi sebatas ustadz dengan penghasilan yang sangat kurang.
Ø Masalah Kurikulum. Saya rasa Kurikulum pendidikan Islam
harus dilakukan perombakan. Pelaksanaan pendidikan Islam lebih berorientasi pada
persoalan keakhiratan yang sifatnya metafisis-normatif dengan
menitikberatkan pada penghafalan teks-teks keagamaan. Hal itu menjadikan proses pendidikan Islam seringkali
kurang menarik dari
aspek materi dan
metode penyampaian yang digunakan.
Kondisi ini pun
diperparah dengan terisolasinya atau kurang terintegrasinya materi pendidikan
Islam dengan materi pelajaran
lain. Desain kurikulum pendidikan
Islam masih didominasi
oleh masalah-masalah yang
bersifat normatif, ritual, dan
eksatologis. Materi pendidikan Islam
yang diajarkan lebih didasari
oleh semangat ortodokasi keagamaan untuk “penanaman keimanan”,dan bukan
ortopraksis, yakni bagaimana
mewujudkan iman keagamaan dalam
tindakan nyata operasional.[1]
Ø Metode Pembelajaran. Sampai saat ini, pendidik dalam mentransfer
keilmuan pendidikan Islam, masih sering menggunkan metode yang bersifat konservatif,
seperti ceramah dan dikte. Hal ini akan menghasilkan peserta didik yang
memiliki pemikiran yang statis dan tidak berkembang.
Ø Kualitas SDM. Hal ini masih menjadi PR besar bagi pemegang
kekuasaan Pendidikan Islam. Guru yang profesional masih sangat jarang kita
temukan. Secara kuantitas tidak kita ragukan, tapi secara kualitas masih perlu
untuk dipertanyakan.
Ø Pengaruh Teknologi. Di zaman 4.0 ini, teknologi sudah berkembang
pesat, sehingga minat untuk belajar sangatlah sedikit. Karena kemajuan
teknologi itu, Ummat Islam lebih suka belajar dari internet yang masih
diragukan kebenarannya dari pada langsung belajar kepada guru yang ahli.
Ø Rendahnya minat para ahli-ahli pendidikan Islam untuk
mengembangkan pendidikan Islam itu sendiri.
Ø Pengaruh dunia Barat. Saat ini dunia Barat seakan menjadi
kiblatnya dunia, sehingga ini merupakan masalah yang harus di tanggulangi oleh
para ahli pendidikan Islam, bagaimana supaya pengaruh dunia barat tidak menghancurkan
pendidikan Islam.
C.
Usaha
Reformulasi Pendidikan Islam
Tentunya ketika sudah menemukan problematika-problematika
pendidikan Islam, kita perlu menemukan solusi yang tepat untuk menanggulangi
problematika-problematika diatas dengan tujuan Pendidikan Islam dapat eksis
kembali dikancah pendidikan Indonesia. Adapun usaha reformulasi (perbaikan)
yang dapat kita lakukan adalah sebagai berikut :
Ø Hendaklah para pemangku kebijakan yang membidangi pendidikan Islam
melakukan terobosan baru seperti menciptakan lapangan pekerjaan bagi para
lulusan pendidikan Islam, sehingga dengan begitu para ummat Islam akan semangat
untuk menempuh pendidikan Islam karena mereka mengetahui bahwa ada instansi-instansi
yang akan menjadi tempat mereka bekerja.
Ø Terkait masalah kurikulum, pemangku kebijakan yang membidangi
pendidikan Islam (yang dalam hal ini Kemenag) harus mampu melihat hasil dari
kurikulum yang diberlakukan sekarang ini, hal ini bisa dilakukan dengan cara
melakukan analisis terhadap kesulitan-kesulitan belajar siswa ketika
menggunakan kurikulum yang sekarang. Jika dirasa kurang efektif, maka segera
lakukan rekonstruksi kurikulum dengan berpedoman terhadap analisis kesulitan
siswa tadi.
Ø Metode pembelajaran harus diperkenalkan kepada guru-guru yang
langsung bersentuhan dengan siswa, kita ketahui bersama, bahwa metode pembelajaran
itu sangatlah banyak. Oleh karena itu, seorang guru harus mampu memiliki
pemahaman yang tinggi tentang metode pembelajaran ini, agar tidak hanya
menggunakan satu metode saja yang menyebabkan siswa menjadi bosan.
Ø Kualitas SDM masih menjadi masalah kita di bidang Pendidikan Islam,
Para pengampu kebijakan Pendidikan Islam hendaknya melakukan seleksi yang ketat
terkait keprofesionalitasan seorang guru, sehingga kualitas mereka dapat
dipertanggung jawabkan ketika melakukan praktik mengajar. Kita membutuhkan guru
yang sudah teruji kualitasnya, sehingga guru-guru yang ada di Indonesia ini
tidak hanya bagus dari segi kuantitas saja, akan tetapi juga bagus dari segi
kualitasnya. Solusinya adalah dengan cara melakukan tes keguruan dengan sistem
yang ketat, tanpa adanya toleransi. Karena ini menyangkut masa depan anak
bangsa yang tidak bisa diserahkan kepada seorang guru yang tidak profesional.
Ø Di era 4.0 ini sangat terkenal dengan teknologi nya yang sangat
luar biasa. Menurut penulis, teknologi itu ibarat pisau yang dapat digunakan untuk
melukai dan juga dapat mendatangkan manfaat. Kita sebagai orang yang memegang (menggunakan)
teknologi haruslah dapat memanfaatkan teknologi, jangan sampai kita yang
dimanfaatkan teknologi. Sekarang lagi marak-maraknya game online yang dapat
merusak otak anak generasi bangsa, Kominfo selaku yang bertanggung jawab atas
ini harusnya dapat menghentikan akses game online beredar di Indonesia karena
sangat berpotensi untuk merusak otak anak.
Ø Para pakar Pendidikan Islam haruslah diberikan job-job oleh Kemenag
(pemerintah) dalam rangka mengembangkan pendidikan Islam itu sendiri. Jika tidak
dilakukan pengembangan maka sudah dapat dipastikan bahwa Pendidikan Islam akan
tertelan oleh zaman.
Ø Memberikan penjelasan dan bimbingan kepada para kader-kader bangsa
untuk berhati-hati dengan pengaru yang dibawa oleh dunia barat. Ajarkan kepada
mereka untuk mengambil yang baik dari mereka dan meninggalkan sesuatu yang
buruk.
KESIMPULAN
Pendidikan Islam saat ini berada diujung tanduk, yang diterpa
dengan bermacam-macam problematika yang mengharuskan dia mengalami kemunduran,
tentu ini sangat ironis sekali, Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama
Islam, bisa-bisanya membiarkan kemunduran pendidikan Islam ini.
Kita sebagai seseorang yang menyadari kemunduran Pendidikan Islam, haruslah
dapat menggagas suatu reformulasi untuk memperbaiki Pendidikan Islam serta
mengembalikan Pendidikan Islam pada posisi yang seharusnya.
DAFTAR PUSTAKA
Thoib Ismail, “ PEMBELAJARAN
FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM “, (Mataram: Insan Madani Institute, 2019
Thaib Ismail, “ Menggagas Reformasi
Pendidikan Islam: Telaah Filosofis Paradigmatik, ULUMUNA Jurnal Studi
Keislaman, Volume XI, Nomor 1, Juni 2017. Diakses tanggal 21 Juni 2021 pukul
20:45
Thoib
Ismail dan Mukhlis, “DARI ISLAMISASI ILMU MENUJU PENGILMUAN ISLAM: MELAWAN
HEGEMONI EPISTEMOLOGI BARAT “ ULUMUNA
Jurnal Keislamanan, Volume 17, Nomor 1, Juni 2013. Diakses tanggal 21 Juni
2021, pukul 20:51
[1]
Ismail Thaib, “ Menggagas Reformasi Pendidikan Islam: Telaah Filosofis
Paradigmatik, ULUMUNA Jurnal Studi Keislaman, Volume XI, Nomor 1, Juni 2017.
Hlm. 146
Komentar
Posting Komentar